Tentang Stasi
Gereja Katolik Stasi Santo Mikael, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Di bawah naungan Paroki Santa Monika, Krian, Keuskupan Surabaya.
Sejarah
Sejarah berdirinya stasi
- Semula mojosari merupakan wilayah pastoral stasi Kebangkitan Kristus Krian. Pelayanan pastoran dilakukan oleh Bpk Sismadi. Ada kelompok doa di PT Pakerin, ada juga doa rosario di Mess PT Pakerin. Ide mendirikan lingkungan terjadi secara spontan ketika doa rosario bersama dan secara aklamasi Bpk Diki Gosal bersedia melayani lingkungan baru. Beliaulah yang mengurus proses administrasinya di Stasi sehingga tercatat sebagai Lingkungan baru, Lingkungan St Yusuf namanya. Wilayah teritorinya meliputi kecamatan Prambon, Mojosari dan Ngoro. Lingkungan baru ini dipimpin oleh Bapak Benediktus Diki Gozal (1994-1996). Lingkungan ini mulai mendapat giliran bertugas di gereja Kebangkitan Kristus Krian. Ketua baru dipilih karena Bpk Gozal meninggal.
- Bpk Rudi Catur menjadi ketua lingkungan St Yusuf yang baru (1997-2000). Bpk Rudi tinggal di Perum Pungging Permai, bekerja di pabrik Benang Ngrame, PT Jelita Anugerah. Pertemuan bergilir diadakan dari rumah ke rumah, acaranya bisa rosario, misa lingkungan, pendalaman iman dll. RD Kusnugroho pernah mencari tanah untuk gereja di daerah Karang Po, tepatnya depan asrama Yonif 503, namun belum rejeki umat mojosari untuk mempunyai gereja, meski keinginan itu ada.
- Ketika Bpk Rudi Catur meninggal, lingkungan St Yusuf sempat kosong beberapa saat tanpa ketua lingkungan. Sementara Bpk Untung Subagya menjalankan fungsi ketua lingkungan sampai ada yang bersedia menjadi ketua lingkungan baru. Pada Periode RD Joko Nugroho (2006-2011) umat katolik sempat mendapat pelayanan misa setiap minggu di gereja Oekumene 503 selama beberapa waktu, yakni oleh RD Widodo.
- Sesudah Paskah tahun 2020, RD Katiran bersama Bpk Untung Subagya dan beberapa anggota Yonif 503 mendapat waktu untuk audiensi dengan Danyon Bpk HadrianusYossy yang beragama katolik. Ide membuat gereja di komplek Yonif 503 berasal dari beliau. Gayung bersambut, ide tersebut kita realisasikan di awal bulan Mei 2021 RD Triwidya Tjahya Utama meletakkan batu pertama pendirian Gereja Stasi di Mojosari. Nama Santo Mikael diberikan oleh Bpk Yossy sebagai pelindung gereja Stasi. Gereja ini diberkati sebagai Gereja Stasi Santo Mikael pada tanggal 29 September 2021, oleh Vikjen RD Yosef Eko Budi Susilo.
- Stasi St Mikael mempunyai tiga lingkungan yakni lingkungan St Yusuf di asrama 503, Lingkungan St Rafael di Mojosari dan Lingkungan St Gabriel di Pungging dan Ngoro. Pengurus Stasi St Mikhael pertama sbb. Ketua Stasi Bpk Untung Subagya, Ketua Lingkungan Rafael Bpk Abel Pareira, Ketua Lingkungan Gabriel Bpk Dani Untoro dan Ketua Lingkungan St Yusuf Bpk Eugius Mari.
- Sekarang Pengurus Stasi St Mikael sbb: Ketua Stasi Bpk Abel Pareira, Ketua Lingkungan Gabriel Bpk Andika, Ketua Lingkungan St Rafael Bpk Loren dan Ketua Lingkungan St Yusuf Bpk Eugius Mari.
Pelayanan
Pelayanan Orang Sakit
Kunjungan komuni dan sakramen perminyakan dapat diajukan melalui ketua lingkungan setempat.